Beranda SIAK Wali Murid Keluhkan Jual Beli LKS, SMK YPPI Diduga Kangkangi Aturan Pemerintah

Wali Murid Keluhkan Jual Beli LKS, SMK YPPI Diduga Kangkangi Aturan Pemerintah

30
Spread the love

SIAK, RIAUTERBARU.com – Praktek jual beli Buku LKS (Lembar Kerja Siswa) masih saja ditemui di Sekolah-sekolah, seperti halnya SMKS YPPI yang berlokasi di KPR 1 Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Riau.

Salah seorang wali murid yang tak ingin diketahui identitasnya saat ditemui oleh awak media turut angkat bicara.

“Kami sangat menolak beli LKS itu. Karena ekonomi saat ini sulit. Kami terpaksa masukkan anak kami ke YPPI, katanya kalau lulusan YPPI gampang di terima masuk bekerja Indah Kiat,” ungkapnya, Senin (29/04/2024).

Ia mengaku sekolah memungut sekitar 84 ribu kepada peserta didik dan tahun dulu ada dua kali pengadaan LKS. “Karena kita kan sudah bayar SPP per bulan 350 ribu. Kan sudah ada dana BOS, kenapa kami suruh beli LKS lagi?, ” kesalnya.

Kepala SMKS YPPI Tualang Yuniarti enggan menjawab konfirmasi dari awak media. Dihubungi tidak menjawab di chating tidak membalas.

Sebagaimana diketahui, sekolah Negeri, Swasta maupun yayasan dilarang melakukan praktik jual beli buku dan LKS. Larangan tersebut diatur tegas di pasal 181a Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, yang menyatakan pendidik dan tenaga kependidikan, baik perorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, Lks, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, seragam sekolah, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

Namun sayangnya aturan tersebut terkesan tidak berlaku di SMKS YPPI Tualang.

Seharusnya pihak sekolah mendukung penuh aturan dari pemerintah yang tidak membolehkan penjualan buku atau alat bahan ajar kepada para siswa.

Penggunaan LKS untuk siswa dinilai sangat tidak tepat, karena dapat mengubah filisofi cara belajar siswa aktif menjadi pasif, sehingga sistem pembelajaran yang harusnya mengutamakan diskusi antar guru dan teman sejawat tidak berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 04/Perawang Kembali Lakukan Upaya Pencegahan Karhutla di Maredan

Dengan cara belajar siswa aktif itu diharapkan pelajar dapat berinteraksi dan berdiskusi maupun berdialog dengan rekan-rekannya

Apabila siswa-siswi masih menggunakan buku LKS dalam sistem mengajar, maka para siswa hanya sekadar mengikuti isi dari LKS itu. Dan menggunakan LKS, dapat mengibiri kreatifitas siswa.

 

Laporan : Jhon