SIAK, RiauTerbaru – Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan meramaikan Turnamen Domino Irving Kahar Arifin di Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. Turnamen ini digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Pembukaan turnamen berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kemerdekaan. Bendera Merah Putih terlihat menghiasi lokasi kegiatan, sementara peserta dari berbagai usia dan latar belakang mulai memadati meja-meja pertandingan.
“Kita harus memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan RI dengan kegiatan positif, untuk merajut silaturrahmi dan semangat agar kita menatap masa depan dengan cerah,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Siak, Irving Kahar Arifin dalam membuka turnamen ini, Sabtu (15/8/2026) malam di Tualang.
Peserta yang ikut ambil bagian cukup beragam. Kaum muda, orang tua hingga ibu-ibu turut duduk bersama dan mengikuti pertandingan. Mereka datang untuk mengadu strategi sekaligus menikmati suasana kebersamaan dalam momentum perayaan kemerdekaan.
Turnamen ini juga mendapat sambutan antusias karena peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran. Panitia menggelar pertandingan secara gratis bagi masyarakat yang ingin ikut ambil bagian. Untuk menjaga pertandingan berlangsung tertib dan adil, setiap pertandingan dilengkapi dengan wasit.
Irving Kahar Arifin saat membuka turnamen juga mengajak peserta berinteraksi melalui sesi tanya jawab. Pertanyaan yang diberikan tidak hanya seputar pertandingan, tetapi juga sejarah permainan domino.
Irving menanyakan kepada peserta mengenai asal-usul permainan domino dan bagaimana permainan tersebut berkembang hingga dikenal luas serta masuk dalam cabang olahraga. Suasana pun menjadi semakin cair karena peserta berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan, termasuk memperebutkan hadiah.
Menurut Irving, permainan domino memiliki unsur strategi yang kuat. Setiap pemain dituntut mampu menghitung, membaca kemungkinan dan menganalisis batu yang dimiliki lawan sebelum menentukan langkah.
“Dalam permainan domino ini kita harus menggunakan strategi. Hitung-hitungan harus matang, kita harus bisa menganalisa batu lawan. Jadi jangan melihat domino hanya dari asumsi yang selama ini berkembang. Kita ingin melihatnya sebagai permainan yang mengasah pikiran, strategi dan sportivitas,” kata Irving.
Ia juga mengingatkan agar permainan domino tidak dikaitkan dengan praktik perjudian. Menurutnya, yang dibangun melalui turnamen tersebut adalah kompetisi yang sehat, dengan aturan yang jelas dan pengawasan wasit dalam setiap pertandingan.
“Jangan terpengaruh dengan asumsi bahwa domino identik dengan judi. Di sini kita adu strategi, adu hitungan, bagaimana membaca permainan lawan. Semua ada aturannya, ada wasitnya dan yang kita bangun adalah sportivitas serta persaudaraan,” ujarnya.
Irving mengatakan, turnamen tersebut sengaja dibuat tanpa biaya pendaftaran agar masyarakat dari berbagai kalangan dapat ikut berpartisipasi. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya dapat diikuti mereka yang memiliki kemampuan tertentu, tetapi terbuka bagi masyarakat yang ingin meramaikan perayaan HUT RI.
“Tidak ada biaya insert, semuanya gratis. Kita ingin masyarakat bisa datang, ikut bermain dan menikmati suasana. Kita buat ini untuk masyarakat, supaya momentum kemerdekaan bisa dirasakan bersama,” katanya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Irving berharap turnamen domino dapat menjadi ruang mempererat tali persaudaraan. Pertandingan mempertemukan masyarakat yang mungkin sebelumnya tidak saling mengenal, kemudian duduk bersama dalam satu meja dan berinteraksi melalui permainan.
“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Kita bisa duduk satu meja, bertemu kawan baru, bercanda dan bersilaturahmi. Menang dan kalah itu bagian dari pertandingan, tetapi persaudaraan harus tetap kita jaga,” kata Irving.
Untuk menambah semangat peserta, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp10 juta. Hadiah tersebut diperebutkan peserta melalui pertandingan yang berlangsung dengan sistem dan pengawasan wasit.
Nuansa HUT ke-81 RI semakin terasa dengan dominasi warna merah putih di lokasi turnamen. Di tengah suasana pertandingan yang berlangsung kompetitif, peserta tetap terlihat akrab dan saling berinteraksi.
Menurut Irving, kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara sederhana mengisi kemerdekaan dengan menghadirkan masyarakat dalam suasana yang positif.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan. Kita berkumpul, kita bergembira, kita berkompetisi secara sehat dan yang paling penting kita semakin mempererat tali persaudaraan,” tutupnya.






