Beranda KESEHATAN Waspada, Air Minum Isi Ulang Tercemar Bau Tanah, Ini Penyebabnya

Waspada, Air Minum Isi Ulang Tercemar Bau Tanah, Ini Penyebabnya

2085
Spread the love

SIAK, RIAUTERBARU.com – Air  merupakan sumber air yang umum digunakan untuk kegiatan sehari-hari, termasuk minum, mandi, dan mencuci pakaian. Meski demikian, air  sebaiknya tidak digunakan sembarangan, apalagi jika belum dipastikan kebersihannya, karena bisa berbahaya bagi kesehatan

Menurut YLKI depot air minum merupakan alternatif bagi konsumen. Cuma perlu aturan main yang lebih jelas. Kabar buruk untuk usaha depot isi ulang air minum yang sekarang menjamur. Sebuah studi yang dilakukan Institut Pertanian Bogor menunjukkan, air minum depot isi ulang terkontaminasi bakteri coliform.

Kesimpulan ini diambil, setelah sebuah tim peneliti dari IPB melakukan studi terhadap 120 sampel air minum isi ulang. Sampel diambil dari 10 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Cikampek, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Hasil dari studi ini, 16 persen dari sampel air minum depot isi ulang yang diperiksa terkontaminasi bakteri coliform. Bahkan, 60 persen dari sampel air minum tidak memenuhi sekurang-kurangnya satu parameter standar nasional indonesia (SNI), seperti yang dikutip dari halaman website Tempo.

Saat ini  banyak muncul depot air isi ulang, sebagai peluang usaha. Depot air ulang ini banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki harga yang lebih miring. Namun, tidak tertutup kemungkinan bahwa ada segelintir oknum yang berlaku curang, untuk meraup keuntungan.

Jurnalis sengaja meminta informasi dari salah seorang pelaku bisni minuman depot isi ulang yang diduga berlaku curang. Perlu pembuktian, maka jurnalis mencoba menginvestigasinya. Alhasil, oknum tersebut melakukan kecurangan dengan menjual produk minuman yang tidak sehat.

“Ya kita mau untung nggak mau rugi. Kadang yang saya lakukan juga banyak dilakukan oleh oknum lainnya. Soal perizinan saya lengkapi semua. Saya cukup bayar pajaknya, ya sudah,” kata salah seorang sumber dan meminta namanya tidak tercantum di Kecamatan Tualang, Siak, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga:  RSUD Arifin Ahmad Diduga Tolak Pasien Miskin Hingga Meninggal Dunia, Gubri Diminta Evaluasi Pimpinan

Sumber mengutarakan bahwa di mesin isi ulang air minumnya jarang mengganti Filter Fiber. Diketahui salah satu komponen penting yang harus diperhatikan yakni Filter Fiber, sebagai penyaring air menjadi lebih jernih dan bebas dari kotoran. Karena alat inilah yang membuat air galon layak untuk di konsumsi. Sebaliknya, jika filter fiber rusak, depot air isi ulang tidak akan menjual airnya karena air tidak akan layak konsumsi.

“Kalau airnya kata pelanggan kurang enak, baru saya gantikan. Karena capek gantinya, biaya lagi. Malas, yang penting pelanggan nggak ada komplain mas,” ungkap pria yang menetap di kelurahan Perawang itu.

Lebih lanjut awak media memperhatikan mesin depot miliknya. Saat ditanyakan mengapa lampu Ultraviolet pada mesin tidak dihidupkan, sumber mengatakan tidak penting. Karena terkesan pemborosan listrik.

“Gak begitu penting kalilah, karena listrik ultraviolet banyak pelanggan gak tau itu. Pemborosan listrik namanya kalau dihidupkan terus,” kata pria itu ketus.

Diketahui, Listrik Ultraviolet merupakan salah satu yang berfungsi sebagai alat pembunuh micro organisme yang ada pada air. Sehingga air bisa bebas dari beragam jenis kuman dan bakteri serta berbagai mico organisme yang dapat berbahaya bagi kesehatan orang yang mengkonsumsi air tersebut. Lampu ultraviolet menjadi salah satu alat yang sangat penting dalam mesin depot air isi ulang.

Awak media pun mencoba meminum hasil air minum yang dikemas depot miliknya. Hasilnya, terasa bau tanah dan di tenggorokan terasa pahit. Wah, minuman seperti ini yang dipasarkan si oknum kepada konsumen ?

“Ya yang ini laku dijual kok. Nggak ada yang komplain mas. Rata-rata di rumah makan saya pasok minuman galon. Harganya ekonomis maka mereka mau, kan pembeli nggak sempat merebus air maka beli yang ini mas,” sambungnya.

Dilansir dari berbagai sumber, ada tiga faktor untuk menentukan kelayakan air isi ulang.

Baca Juga:  Meski Bisa Sembuh, Pria Tertular Covid-19 Beresiko Impotensi

Di antaranya seperti kebersihan alat pembersih dan penyaring air minum yang digunakan, lokasi depot, dan sumber air.

Diketahui alat yang yang digunakan depot isi ulang sangat mempengaruhi kebersihan air minum yang akan dikonsumsi.

Sebagai contoh, kita bisa melihat sikat pembersih galon yang juga digunakan untuk membersihkan galon lainnya.

Hal ini tentu saja akan membuat kuman dan bakteri dari galon sebelumnya akan tercampur jika tidak sering dibersihkan atau diganti.

Terlebih pembersihan galonnya juga hanya menggunakan air saja, yang tentunya menimbulkan pertanyaan terkait kesterilan dari depot air minum tersebut.

Selain itu lokasi depot isi ulang air pun tak kalah berpengaruh terhadap kebersihan air minum yang akan dikonsumsi.

AWAS RESIKO MINUM AIR GALON

Bahaya air galon isi ulang bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan.

Jika pembersih galon dan galonnya sendiri tidak bersih, maka kemungkinan bakteri Escherichia coli (E.coli), berkembang dan mengkontaminasi menjadi tinggi.

Bakteri E.coli sendiri bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pencernaan. Adapun infeksi saluran cerna yang akan terjadi diantaranya adalah seperti diare, mual, muntah, dan gangguan pencernaan lainnya

Bahaya air galon isi ulang bisa menyebabkan keracunan. Pasalnya, selain menyepelekan kebersihan alat pembersih, depot air isi ulang abal-abal juga tidak mementingkan pengujian kualitas air secara rutin.

Sehingga, kualitas air tidak jelas dan tidak terjamin mutunya. Karena, bisa saja air yang sudah sampai di rumah, mengandung virus, bakteri berbahaya, yang bisa berisiko menyebabkan keracunan dan gangguan kesehatan lainnya.

Adanya kontaminasi bakteri E.coli, juga bisa menimbulkan bahaya air galon isi ulang seperti masalah reproduksi, hingga kelainan neurologis.

Adapun, infeksi bakteri E.coli sangat rentan terjadi pada ibu hamil, bahkan anak-anak dan lansia.

Bagi lansia, bakteri ini bisa menyebabkan penyakit komplikasi yang lebih serius.

Karena bahaya air galon isi ulang umumnya tak menimbulkan gejala, namun jika zat berbahaya yang terdapat di dalamnya masuk ke dalam tubuh, maka bisa menyebabkan berbagai masalah serius.

Baca Juga:  Alamaak! Tidur Setelah Sahur Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya Ini

Sebut saja, jika seseorang mengkonsumsi air galon isi ulang dalam jangka panjang, alhasi mikroba dan senyawa kimia tersebut, bisa menyebabkan masalah serius.

Sebut saja, jika seseorang mengkonsumsi air galon isi ulang dalam jangka panjang, alhasi mikroba dan senyawa kimia tersebut, bisa menyebabkan masalah seperti tiroid dan kanker.

Jadi, pertimbangkan lagi untuk mengkonsumsi air galon isi ulang. Bisa terjebak dengan oknum yang nakal dan menghalalkan segala cara untuk menipu konsumen. Tetapi tidak semua seperti oknum tersebut, masih ada pelaku usaha yang jujur dan menjaga kualitas air minum untuk dijual ke pasaran. Seperti halnya ibu Roha, menekuni usaha air minum selama tiga tahun, dan menjaga depot air minum dengan senantiasa mengikuti prosedur yang diberlakukan pada umumnya pada mesin depot air minum.

“Saya rutin mengganti filter untuk penyaringan air lebih bersih dan layak. Selain itu, mesin listrik ultraviolet juga selalu hidup. Karena saya jaga kualitas dan pelanggan saya. Saya dan keluarga juga minum air ini sebagai kebutuhan hidup,” kata Roha pemilik depot air minum Aish.

Disarankan jika masih membeli air isi ulang, pastikan memasak kembali agar kuman dan bakterinya mati.

Jika kamu tidak ingin repot memasaknya kembali, lebih baik kamu membeli air galon (bukan isi ulang).

Membeli air galon yang masih bersegel, memang akan lebih mahal, yakni sekitar Rp20.000 (belum termasuk galonnya). Namun, air galon tersebut sudah dijamin kebersihan dan keamanannya.

Jadi, jangan ambil risiko yang bisa mengancam kesehatanmu ya. Pasalnya, biaya berobat dengan harga air galon bersegel, tentu sangat jauh.

Agar kesehatanmu lebih terjamin juga, selain membeli air galon bersegel, miliki juga asuransi kesehatan.

Laporan : Simon