TUALANG, RIAUTERBARU.com – Anggota DPRD Kabupaten Siak H. Asril, SH kembali menyerap aspirasi turun ke tengah masyarakat sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi. Melalui agenda Reses Tahap II, politisi partai Golkar itu menyambangi dua lokasi di Kampung Pinang Sebatang Timur, yakni wilayah RK 05 Dusun II Bunut dan RT 01 Dusun I Pertiwi, Rabu (08/04/2026),
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi panggung bagi warga untuk menumpahkan harapan yang selama ini terpendam.
Warga Dusun I Pertiwi mengungkapkan, lokasi geografis yang berada di tepian aliran Sungai Siak membuat warga merasa tertinggal dibandingkan wilayah lain.
“Tengok lah kami, jenguk lah kami, orang-orang diluar sana mengatakan daerah kami dusun yang tertinggal, yang paling ujung, hendaknya menjadi perhatian yang luar biasa bagi pak Haji (Asril),” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada penuh harap.
Warga RT 01 Dusun I Pertiwi jua menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kesediaan H. Asril untuk hadir langsung melihat kondisi lapangan. Baginya, kehadiran wakil rakyat ke daerah pelosok adalah “angin segar” bagi demokrasi di tingkat akar rumput.
”Mudah-mudahan ini menjadi PR berharga bagi bapak Asril untuk diperdebatkan di paripurna. Kami ingin suara kami terdengar,” ungkapnya.
Sebagai warga yang menggantungkan hidup dari sungai, mereka mengaku belum pernah tersentuh bantuan sarana prasarana, seperti bantuan sampan dan alat tangkap bagi nelayan tradisional.
“Kami belum pernah mendapatkan bantuan seperti sampan dan lainnya. Hendaknya bapak membantu kami di segi nelayan, kayak mana nelayan ini dibantu, jangan nanti orang bilang nelayan tenang, banyak pak suka duka yang kami lalui,” ungkap warga lainnya.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, H. Asril memberikan penjelasan mengenai kondisi pemerintah daerah saat ini. Ia tidak ingin sekadar memberi janji manis, namun memberikan edukasi mengenai realitas fiskal.
H. Asril menjelaskan bahwa saat ini kondisi keuangan Kabupaten Siak, sebagaimana banyak daerah lain di Indonesia sedang mengalami defisit. Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan berarti pembangunan berhenti, melainkan menuntut skala prioritas yang lebih tajam.
”Insyaallah, kami akan berupaya semaksimal mungkin. Apa yang menjadi keluhan dan aspirasi warga di sini akan kami bawa dan perjuangkan di meja paripurna agar menjadi prioritas pembangunan ke depan,” tegas H. Asril.
Diesempatan reses tersebut ajakan dari H. Asril juga berpesan agar masyarakat tetap solid dan mendukung program-program ataupun upaya pemerintah yang sedang berjalan demi peningkatan kualitas hidup bersama di Kabupaten Siak.
Laporan: Jhon





