SIAK, RIAUTERBARU. com – Warga Perawang Barat minta Dinas PU Siak bongkar drainase tersumbat yang kerap menimbulkan banjir di jalan M Ali walau saat hujan ringan.
Banyak pemilik ruko di jalan tersebut yang menutup permukaan drainase secara permanen sehingga sulit dilakukan normalisasi.
Banyaknya tumpukan sampah didalam drainase yang tidak dapat dibersihkan
karena sebagian tidak adanya lubang kontrol di atas permukaan drainase.
Permukaan drainase ditutup secara permanen oleh beberapa pemilik toko di jalan M Ali maupun jalan Hangjebat.
Warga menduga inilah penyebab terjadinya banjir karena air hujan tidak mengalir sebagaImana mestinya mengikuti dataran rendah.

Dalam pantauan media terdapat ada beberapa titik drainase yang tersumbat seperti di jalan M Ali.
Di dalam drainase terdapat sampah dan lumpur.
Sedangkan di samping kantor desa Perawang Barat terdapat juga drainase tersumbat karenakan ada endapan lumpur dengan ketinggian berkisar 60 persen.
Sementara itu sebelah timur kantor desa Perawang Barat terdapat juga drainase yang tersumbat di akibatkan banyaknya sampah di dalam drainase tersebut. Ditambah lagi permukaan drainase ditutup permanen.
Sehingga masyarakat setempat kebingungan
membersihkan drainase.
“Dulu warga pernah mencoba berupaya membobol beberapa drainase yang tersumbat meminta bantuan damkar tapi tetap tidak berhasil. Selain itu kami juga melakukan beberapa macam cara tapi juga tidak membuahkan hasil, ” kata War warga Perawang Barat kemarin.
Masyarakat berharap Dinas PU dapat mencarikan solusi terkait permasalahan ini. Selain banjir masyarakat di kampung Perawang Barat, mengkhawatirkan jika dibiarkan terus tidak menutup kemungkinan menjadi sarang penyakit.
Kabid Pengairan Dinas PU Tarukim Siak OK Muhammad Rizky Pranajaya, mendapat informasi tersebut mengatakan bahwa akan menerjunkan petugas ke lokasi untuk melakukan survei.
“Kalau gitu besok langsung kita terjunkan anggota ke sana. Kita survei dulu, ” kata Okem.
Laporan : Tim






