Beranda SIAK Kayu Hanyut Milik IKPP Berserakan di Sungai Siak, Nelayan Menjerit

Kayu Hanyut Milik IKPP Berserakan di Sungai Siak, Nelayan Menjerit

8
Spread the love

PERAWANG, RIAUTERBARU.com – Nelayan Kecamatan Tualang yang menggantungkan hidupnya di Sungai Siak mengeluhkan banyaknya kayu-kayu tanaman industri yang jatuh dan berserakan di sungai. Batangan kayu tersebut sangat mengganggu aktivitas nelayan setempat.

Jabar selaku nelayan mengatakan bahwa semua warga yang mengais rezeki dari me nelayan sangat merasa dirugikan oleh aktifitas perusahaan yang tidak profesional dalam bekerja. Banyaknya kayu-kayu milik PT IKPP Perawang yang jatuh ke Sungai Siak menyebabkan alat tangkapan ikan milik nelayan rusak.

“Seluruh nelayan sangat merasa dirugikan oleh aktifitas perusahaan yang tidak profesional dalam bekerja,” terangnya.

Kemudian kata Jabar, ada dugaan air Sungai Siak berbau busuk disebabkan oleh limbah-limbah dari perusahaan yang dibuang ke sungai.

Banyaknya kayu-kayu yang jatuh ke Sungai Siak dinilai terjadi akibat buruknya penanganan kegiatan di dermaga (pelabuhan) PT IKPP Perawang maupun dari muatan kayu yang diangkut mengunggunakan kapal tongkang.

“Kalau untuk saat ini dapat ikan satu kilo pun susah tidak seperti sebelum air busuk, limbah perusahaan yang menyebabkan ikan mati di sungai siak,” ucapnya.

Dari pengakuan para nelayan tepian Sungai Siak Kecamatan Tualang, beberapa bulan ini hasil tangkapan nelayan berkurang karena air busuk dan banyak ikan mati di sungai Siak.

“Jangan buang limbah di Sungai Siak,” tegas Ibnu yang juga salah seorang penggiat mancing.

Penghulu Kampung Tualang Juprianto tidak menampik akan jeritan-jeritan dari para nelayan di Kecamatan Tualang itu.

“Mulai dari susah cari ikan, jaring yang koyak akibat kayu banyak yang hanyut, inikan merugikan masyarakat khususnya nelayan, sementara masyarakat dan nelayan menggantungkan nasibnya dengan memanfaatkan Sungai Siak,” terang Juprianto.

Belum lama ini juga terdapat peristiwa dimana banyak ikan-ikan dengan berbagai ukuran ditemukan mati di permukaan Sungai Siak wilayah Kecamatan Tualang. Kuat dugaan peristiwa itu terjadi akibat adanya pembuangan limbah pabrik ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Siak.

Baca Juga:  Giat Komsos Babinsa Koramil 04/Perawang Kembali Direspon Positif Warga

Sementara itu, saat dikonfirmasi pihak PT Indah Kiat Pulp dan Paper Perawang terkesan bungkam, Rabu (13/09/2023). Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari Armadi selaku pimpinan Humas PT IKPP Perawang, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp belum ada memberikan balasan.

Laporan : Jhon