ROHUL, RIAU TERBARU. com
Masyarakat Melayu Rantau Kasai, Kecamatan Tambusai Utara, mengeluarkan pernyataan menekankan agar seluruh elemen masyarakat di bawah payung Luhak Tambusai tidak terjebak dalam pusaran provokasi yang dapat memecah belah hubungan persaudaraan.
Sikap tegas ini ditekankan di tengah memanasnya isu pasca serah terima lahan oleh pihak Agrinas.
Bertempat di Balai Adat Melayu Rantau Kasai, Kamis (29/1/2026), ratusan warga berkumpul untuk menyerukan pesan perdamaian sekaligus ketegasan dalam menjaga kedaulatan tanah ulayat.
Perwakilan tokoh masyarakat Rantau Kasai menyampaikan bahwa rencana Kerapatan Adat pasca serah terima lahan jangan sampai menjadi celah bagi pihak luar atau korporasi untuk menciptakan konflik horizontal.
“Jangan biarkan kepentingan perusahaan meretakkan hubungan darah yang telah kita bina berabad-abad dalam satu atap Luhak Tambusai. Perjuangan kami mempertahankan tanah ulayat adalah perjuangan menjaga martabat bersama,” tegas salah seorang tokoh masyarakat yang disambut seruan setuju dari ratusan warga.
Masyarakat Rantau Kasai menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keinginan untuk berbenturan dengan saudara sendiri sesama warga adat. Namun, mereka juga memberikan peringatan keras bagi pihak-pihak yang mencoba menjadi penghambat atau perpanjangan tangan kepentingan luar.
Kami menyatakan menolak provokasi pihak luar yang mana seharusnya kita tidak boleh terjebak dalam pusaran konflik yang diciptakan korporasi.
Disampaikannya bahwa satu darah, satu perjuangan bahwa perjuangan Rantau Kasai dalam upaya mempertahankan tanah ulayat adalah perjuangan menjaga martabat bersama.
Masyarakat Melayu Rantau Kasai tidak ingin dan tidak akan mau dibenturkan dengan saudara sendiri,.
“Jika ada upaya adu domba, kami menyatakan dengan tegas: kita adalah satu. Tetapi jikapun hal itu terjadi dalam hal ini juga kami nyatakan bahwa kami akan hadapi pihak manapun yang menjadi penghambat dalam upaya perjuangan kami ini,” tambahnya
Masyarakat berharap pada Lembaga Kerapatan Adat (LKA) luhak tambusai bahwa dengan LKA tetap berdiri tegak sebagai payung yang melindungi, bukan yang membiarkan hak anak kemenakannya tergerus oleh kepentingan pihak luar.
Masyarakat Melayu Rantau Kasai berkedaulatan adat Rantau Kasai adalah harga mati. Kami akan terus mempertahankan tanah warisan nenek moyang kami dari segala bentuk kesepakatan sepihak yang mencederai tatanan adat, siapapun pihak yang menghalang akan dihadapi.
Laporan : Muli




