Beranda ROKAN HULU Dianggap Meresahkan Warga, Kaki Seorang Gadis Besi Dirantai di Desa Mahato Sakti...

Dianggap Meresahkan Warga, Kaki Seorang Gadis Besi Dirantai di Desa Mahato Sakti Rohul

124
Spread the love

ROHUL, RIAUTERBARU.com – Sangat menyedihkan RN seorang gadis berusia 36 tahun mesti hidup dipasung. Ia merupakan warga di RT: 15, RW : 06, Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

RN adalah anak dari pasangan suami isteri Sutarman (alm) dan Munayah yang hidupnya sangat terbatas dan terkadang tidak mencukupi kebutuhan sehari hari, dimana telah hampir sembilan tahun mengalami nasib demikian..

Di saat sekarang ini Munayah ibunda RN kesulitan mencukupi kehidupan sehari hari dirumah, di tambah lagi dengan kondisi yang menimpa anak kandungnya yang terpaksa harus di pasung.

Hal ini dilakukan karena anak kesayangannya dianggap sangat meresahkan warga. Padahal, hatinya sebagai seorang ibu yang mengandung sembilan bulan tak tega melihat kondisi anaknya hidup harus dipasung hampir setahun.

Hal Ini bermula dari tahun 2011, dimana RN tumbuh menjadi seorang remaja yang ceria, hingga pada waktu itu ada seorang pria yang menaruh hati kepada anaknya. Sayang, untung tak dapat diraih, malang pun tak dapat ditolak, perjalanan cintanya tidak berlangsung lama dan kandas di tengah jalan. Sejak itulah, RN mulai menunjukkan prilaku yang aneh tidak seperti biasanya.

Dari keterangan Munayah (orang tua RN) ketika dikunjungi awak Media dirumahnya, Sabtu 19/12/2020

RN dipasung karena selalu melakukan perbuatan yang dianggap memalukan keluarga. Dan terkadang perempuan itu sering bicara tidak karuan.

Karena keterbatasan kemampuan baik itu ekonomi maupun pemahaman yang menyebabkan RN sampai saat ini masih tetap dirawat di rumah.

“Dia dirantai karena sering keluyuran dan pulang tak kenal dengan waktu,” kata Munayah.

Awak media melihat RN tampak kaki kiri terikat dengan rantai besi, namun RN tetap terlihat berpakaian rapi, bersih dan menutupi aurat.

Baca Juga:  Tiga LSM Desak Kejari Rohul Usut Tuntas Sejumlah Kasus Korupsi di Negeri Seribu Suluk

Munayah menjelaskan, pemasungan ini dilakukan karena dirinya merasa trauma, sebab upaya pengobatan sudah dilakukan kemana mana namun belum membuahkan hasil.

“Sebetulnya kami punya rencana mau mengobatinya, tapi uang hanya Rp. 700.000, sementara yang dibutuhkan Rp. 1.000.000,” sebut Munayah dengan nada terdengar sedih.

Jangankan uang, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Munayah yang merupakan seorang janda dari kesehariannya berprofesi sebagai tukang kusuk sulit untuk makan.

Ia berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih agar dapat membantu anak kesayangannya. Munayah sangat ingin RN ceria seperti sediakala

Terkait pemasungan terhadap salah satu warga setempat awak media mencoba mengunjungi Kepala Desa Mahato Sakti, namun sayang beliau sedang tidak berada ditempat.

Dihubungi melalui aplikasi pesan online WhatsApp, namun Kepala Desa beum dapat memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Laporan : Muliarjo