SIAK, RIAUTERBARU. com – Pembangunan semenisasi jalan di RT06 RK04 Dusun II Bunut kampung Pinang Sebatang Timur kecamatan Tualang diduga tidak sesuai standar mutu dan asal jadi.
Cor beton pekerjaan semenisasi jalan tersebut seperti baru selesai dilakukan namun sudah terdapat retakan sepanjang 3 m.
Pembangunan cor beton itu mengalami keretakan permukan kurang lebih berkisar 1 cm dengan panjang retak 3 meter di bagian depan.
Sedangkan kedalaman retak mencapai ke dasar semeninasi dengan lebar kurang lebih 2 mm.
Selain itu, cor beton semenisasi diduga tidak memenuhi standar mutu. Hal itu terlihat dari permukaan cor beton seperti rapuh sehingga kuat dugaan ada pengurangan campuran pada material.
Hal ini kembali menjadi pertanyaan bagi masyarakat setempat terkait keseriusan Penghulu Pinang Sebatang Timur menciptakan pembangunan yang berkwalitas dan memenuhi standar mutu serta jauh dari perilaku koruptif.

Pengamat Kontruksi Sipil Jimizar menyebutkan bahwa keretakan yang terjadi pada semenisasi jalan diduga akibat dari kurangnya kepadatan tanah.
Selain itu, kuat dugaan penyambungan lembaran warmes dengan lembaran yang lain kurang maksimal.
“Biasanya keretakan itu terjadi akibat sambungan lembaran warmes dengan lembaran yang lain tidak ditimpa sebagian, ” jelas Jimizar.
Kepala Kampung Pinang Sebatang Timur yang mendapat informasi tersebut akan turun ke lokasi pembangunan dan menyebutkan bahwa pembangunan semenisasi tersebut belum selesai.
“Iya pak akan kita suruh tukangnya memperbaiki secepatnya, dan kita akan turun ke lokasi untuk melihat langsung ,” sebut Kepala Kampung Pinang Sebatang Barat Penghulu Sudarno kemarin menjawab pertanyaan wartawan.
Pembangunan proyek seminasi jalan tersebut menggunakan anggaran dana desa sebesar Rp 79.031.344 tahun anggaran 2025.
Laporan : Jhon






