Beranda BENGKALIS Warga Keluhkan Bau Busuk Asap Hitam Pekat PKS PT PAA Bengkalis

Warga Keluhkan Bau Busuk Asap Hitam Pekat PKS PT PAA Bengkalis

257
Spread the love

BENGKALIS, RIAUTERBARU. com – Masyarakat kecamatan bathin Solapan keluhkan aroma busuk asap hitam pekat dari pabrik kelapa sawit PT Pelita Agung Agrindustri (PT PAA.

Warga minta perusahaan profesional menangani misi gas buang pabrik agar tidak menghasilkan polusi yang berbahaya bagi masyarakat sekitar.

Pabrik kelapa sawit PT.PAA berada dilingkungan padat penduduk dan persoalan ini sudah sekian lama dialami masyarakat sekitar pabrik.

Limbah aktif asap tebal pekat yang diduga mengandung racun sangat merugikan makhluk hidup terutama manusia yang berada di Ring satu pabrik yakni masyarakat Desa Bumbung dan Desa Kesumbu Ampai.

“Asap hitam itu sudah sering kami tengok dan kami hirup, tapi kami warga biasa ni mau kepada siapa mengadu,” kata salah satu warga setempat.

Pantauan awak media di lapangan pabrik kelapa sawit PKS PT PAA mengeluarkan Emisi gas buang diduga mengandung racun berbahaya asap hitam pekat ber aroma busuk terlihat keluar dari ketinggian cerobong.

Pantauan awak media beberapa hari belakangan ini asap hitam pekat tersebut ada beberapa jam keluar terkadang dimulai pada pagi hari sekira jam 10:00 sampai jam 14:00, fengan durasi 3 sampai 5menit secara berulang ulang.

Dampak pencemaran udara dari limbah aktif asap tebal hitam pekat masyarakat Desa Bumbung dan Desa Kesumbo Ampai banyak yang pernah mengalami sakit tenggorokan, batuk, ISPA dan gatal gatal.

Kadus Suka Tamba Desa Bumbung saat ditemui di kediamannya mengungkapkan asap hitam pekat dari PT PAA menimbulkan abu hitam dan masuk ke rumah warga.

“Masuk ke rumah abu hitam itu, nanti tengokla. Apalagi kalau kita pakai baju putih, jelas kali, ” ungkap Kadus

Baca Juga:  Sekian Lama Jalan Seroja Amblas, Warga Duri Pertanyakan Kepedulian Dinas PU Bengkalis

Humas PT PAA Edo saat dikonfirmasi awak media terkait asap hitam pekat rutin keluar dari cerobong pabrik mengaku sudah berkoordinasi dengan pekerja bagian boiler.

“Sudah dikoordinasi dengan pihak boiler bang,” kata Edo selaku Humas PT PAA, Minggu (21/4/2024).

Namun ketika ditanya kembali karena cerobong pabrik masih mengeluarkan asap hitam pekat Edo menjawab singkat saja.

“Baik bang, akan tetap kami kontrol bang,” jawabnya lagi.

Awak media mencoba mencari penjelasan secara medis terkait dampak kesehatan akibat terpapar asap hitam pekat dari pabrik tersebut.

Salah satu dokter di wilayah kecamatan Bathin Solapan menjelaskan bahwa dampak kesehatan terhadap manusia akibat terpapar polusi asap tebal dari pabrik PKS sangat berbahaya.

Asap tebal hitam pekat dari PKS bisa menyebabkan gangguan pernafasan seperti terjangkit penyakit ISPA. Dan bahkan PPOK jika sering terkena paparan asapnya.

“Itukan polusi udara pak. Dampaknya bisa terjangkit penyakit ISPA, PPOK jika sering terkena paparan asapnya, ” katanya.

Fauzi, analis Pengolahan Pabrik Sawit mengatakan, penyebab gas buang dari cerobong asap pabrik pekat kuat dugaan karena ada kerusakan alat dust colektor. Ini bagian dari kelengkapan boiler, berfungsi sebagai pemisah antara abu dengan asap hasil pembakaran dari sisa pengolahan sawit.

Kemungkinan lain, kecorobohan operator yang tidak menjalankan tugas dengan baik. Sesuai aturan KLH, dan Kementerian Tenaga Kerja, dilarang keras membuang debu hitam pekat atau gas sisa hasil pengolahan sawit ke alam bebas.

Pabrik mengolah melalui penggilingan buah sawit, hingga menjadi minyak dan inti, atau kernel. Buah sawit utuh dibakar. “Sisa bahan pembakaran mengandung asap itulah dibuang ke atas melalui cerobong asap atau krustin.”

Jika bahan bakar basah, akan mengandung air hingga menyebabkan asap hitam pekat. Kala bahan bakar kering, asap berwarna putih seperti gas disebut gas bekas.

Baca Juga:  Aktivitas Galian C Tanah Urug Diduga Ilegal Marak di Duri Mandau

Di boiler, katanya, sudah dilengkapi satu alat bernama dust coolector, berfungsi sebagai pemisah abu dengan gas bekas. Abu yang terikut ke asap, berhenti di alat itu. Hingga abu tidak ikut terbang keatas karena ada proses di sana.

“Ada dugaan operator tidak menjalankan tugas dengan benar. Fungsi-fungsi dalam kelengkapan ketel tadi tidak diaktifkan, atau alat sudah tidak layak lagi.”

Menurut Fauzi, ada ketentuan baku soal proses pengolahan buah sawit di pabrik. Sebab, pencemaran udara membahayakan manusia dan makhluk hidup lain.

“Harus pengecekan alat, jika bagus, ada dugaan operator tidak bekerja dengan benar.”

Dia menyebutkan, pabrik sawit wajib memiliki cerobong asap setinggi minimal 15 meter, agar tidak terjadi pencemaran dan asap tak terhirup. Jika lebih rendah, kemungkinan bisa berdampak pada kesehatan karena mengandung racun. “Sekali hembus saja tidak boleh, apalagi berjam jam.”

 

Laporan : Dafri Effendi.